Saturday, 27 December 2014

Late night rambles.

It's 1:49 am.
It's in the middle on the night where everyone else is sleeping soundly and I'm here like over-thinking things we talk over those long text messages we exchanged just now.

Even at the sound of my (set at lowest speed) standing fan could distract me from focusing on writing this thing. So I turned it off.

I don't know why it bugs me so much.

I don't have many girlfriends, for a start. Maybe I could say I don't have any of them.

Few of best friends, yes. 

So maybe those long text messages with a what I can consider as a casual friend, friend of a friend, talking about personal things, especially one that what Aizat said he could relate so much to me, was actually tells me this girl is, yes, I can relate a bit, here and there but she is no like me. I am no like her.

She, has her own ideas. Her own ideals. Correct, none of them wrong. No opinions are wrong, ever.

Only there are mature opinions and not-so-mature opinions. Or stands, in this case.

Aku bersyukur dengan semua apa yang pernah jadi antara aku dengan Aizat, walaupun kebanyakan masanya sebelum kami bermula tahun lepas aku keseorangan dengan a battle with my own.

Tuhan mendidik aku untuk melihat dengan mata lebih luas dan belajar apa ertinya "compromised" in the very true sense.

Compromised with the cost of losing ourselves, of what we really are for the sake of each other. Differences in thoughts, opinions, way of thinking, these are what 90% of couple are experiencing. 

No opinions are ever wrong, it's just the matter of our preferences. Of our significant other's preferences.

And whether we are ready to sign up for that, for the long run.

I guess I can see those really clear now. Crystal clear.

Nothing hits you more than the second, third, fourth time moment of realization. 

I know I am more mature now, mature enough to know what I want. Mature enough when I know I couldn't just leave Aizat behind for some 'bright-promising lad' when I truly know whom my heart is with. 

Mature enough not to ever give up and dump everything and bail out.

And mature enough to know that love costs you allot. Lol.

Or maybe it's not love, but being in a relationship what costs you allot.

I am sorry but, reading all those long text messages, I can't help myself but thinking, she's a bit selfish, one hopeless romantic, dreamy, and uh.. etc, but in the end I know that's just maybe because she isn't there yet.

On that note I can understand her and be just hoping for the best for her. And it's her life anyway, she has the chance to choose what she wants. Let her choose then. And hope for the best for her. :)

I myself aren't that mature but I figured the basic parts so I got that going for me for now. Which is nice.


Saturday, 29 November 2014

.5

Malam ini sayang
Tidurku berdodoikan syahdu yang misteri
Aku dambakan lagu lagu syahdu
Buat penenang jiwa
Yang berantakan kerna hujan lebat diluar
Yang seperti tak mau reda

Malam ini sayang
Aku dambakan ruhmu hadir bersama
Meredakan kerinduanku yang tak pernah asing

Friday, 28 November 2014

Garisan waktu.

Tiga tahun lepas, atau mungkin empat, gadis yang duduk berceloteh dengan rakan-rakan di kedai makan itu mungkin aku.

Dan kakak yang duduk makan berseorangan di meja sebelah itu adalah aku hari ini.

Cantiknya pusingan waktu hingga membuat kita tampak kerdil dan sampai ke peringkat yang kita hanya mampu ketawa sendirian mengenang masa lalu.

Wednesday, 5 November 2014

.4

Aku kira tiada yang selesanya muncul di khalayak ramai sedemikian rupa.

Mungkin dulu aku bangga meraikan cinta dan mengumumkan kepada satu dunia tentang cinta-

Mungkin aku masih bangga, cuma,

Aku ingin cintaku ekslusif di matamu saja, sekarang.

Tuesday, 23 September 2014

.2

Tuhan, saat guruh berdentum di langit ku,
Hiaskan lah langitnya dengan sinar bintang

Sampaikan kerinduanku
Untuk membalut lenanya

Dia sentiasa ada.

Dikala aku mengarang tulisan ini, aku baru selesai pulang daripada aktiviti seharian yang memenatkan.

Aku tak malu, sesungguhnya untuk mengaku yang aku cintakan dia.

Satu-satunya lelaki yang menjadi kekuatan dan juga kelemahan aku dalam masa yang sama.

Tuhan saja tahu segala pengorbanan dan kasih sayangnya yang tampil secara halus, yang begitu menyentuh hati sebenarnya bila aku terkenangkan kembali.

Kami bagai anjing dan kucing, ada waktu-waktunya. Bercakaran tak kira waktu. Selayaknya akulah kucing- yang sebenarnya sentiasa yang pertama memulakan bara api. Tapi juga tuhan saja yang tahu niat dan perasaannya waktu itu.

Kekok, aku tak cuba berbahasa, tapi cuba menyedari.

Kerana aku sentiasa bahagia.

Selama ini adakah aku memberi juga bahagia?

Sunday, 3 August 2014

It's like keeping your token of love.

Takbir raya.

Tahun ni emak kerja shif pagi, pagi-pagi lagi mak sudah bangunkan dan pesan supaya bersiap awal, gosok baju adik-adik dan bapak, bangunkan mereka awal supaya bersiap awal.

Bapak belum bayar zakat lagi.

Tahun ini persiapan pagi raya jatuh ke tangan saya. Seperti di duga, takkan dapat melawan emak. 

Kami sampai lambat ke masjid, sipi-sipi solat sunat Aidilfitri bermula. Bapak sempat menunaikan zakat fitrah kami sekeluarga.

Tahun ini, saya dapat saf yang belakang-belakang. Biasanya saya dan emak yang akan sampai paling awal; saf paling depan, juga antara yang pertama atau kedua awal yang sampai ke bahagian perempuan. Tapi kami (saya) lambat, jadi saya dan sepupu saya mampu menunggu sampai jemaah merapatkan saf, baru kami dapat masuk ke dalam saf - di tengah-tengah.

Habis solat, khutbah berkumandang. 

Saya mengantuk, malam sebelumnya saya tidak dapat tidur awal, saya tak pasti kenapa. Mungkin saya rindu. Jadi saya antara dengar-tak-dengar khutbah. Saya cuma dapat tangkap tema raya tahun ini apa, selebihnya fikiran saya melayang entah kemana.

Dalam khayalan seorang nihilis, ingatan saya tiba-tiba singgah kepada awak. 

Macam mana kalau awak ada dalam kalangan jemaah di sini?

Saya serta-merta malu-malu.

Saya tak malu untuk mengaku yang saya masih akan malu-malu begini jika saya tahu dan maklum awak ada dalam kalangan jemaah di sini dan sentiasa terbayangkan apalah reaksi awak, yang bermain dalam kepala awak semasa mendengar khutbah, bagaimana cara awak duduk, bagaimana tahap kekhusyukkan awak mendengar khutbah - walaupun telah beberapa tahun saya mengenali awak dan mencintai awak.

Dan saya rasa beginilah yang saya akan jadi pada masa-masa akan datang - seorang isteri yang sentiasa berbunga-bunga dalam mencintai suaminya, walaupun beberapa puluh tahun sudah berlalu.

Saya tahu peratus peluang awak untuk geleng kepala / dismissive ialah 99%, tapi tidak mengapa.

Ianya seolah saya mempunyai & menyimpan sesuatu yang saya sangat hargai, those little things that only you can understand and cherish dearly.

Tuesday, 24 June 2014

Polaroid

Learn to let go.

If he comes back, he truly sees no one else but you.

Monday, 23 June 2014

2

Sebenarnya sebab-sebab saya boleh dan suka menulis dengan puitisnya tentang alam dan manusia, bagaimana saya kaitkan antara keduanya dan mencipta dunia virtual dan berseronok, bermain-main di dalamnya adalah kerana sebab yang saya baru saya sedari waktu kini.

Dahulu saya bersendiri, dan saya berkawan baik dengan alam.

Waktu-waktu saya sedih, kosong, bersemangat, puitis, berkecamuk, saya sentiasa lari ke sana - ke taman yang saya ciptakan sebagai taman kegemaran Maria. Dan saya sambungkan ke dua-dua dunia dan berseronok dengan apa yang ada. Dan saya telah terbiasa dengan ketiadaan. 

Begitu caranya saya hidup, bersendiri.


Says Murakami.

Dah lama tak balik bilik, bukak blogger, nak sampaikan apa ada dalam kepala.

"..I'm the type of person who doesn't find it painful to be alone."

But that was before you, my dear.

Now what am I suppose to do, sayang?


Wednesday, 18 June 2014

I have once being in a phase like this.

Daughter - Candles

The day that ends with positive vibes, will carry only positive energy till the very end of the day.
I am feeling okay.

Thanks, earth.
For being my best buddy.

Saturday, 14 June 2014

Friday, 13 June 2014

I have been told that no happy man would write better than the sad ones.

James Morrison - Better Man

Kegilaan ini tidak akan pernah habis.
Kawalan dan berpijak di bumi nyata elemen mustahak yang perlu sentiasa diingati.

Kegilaan ini bukan sesuatu yang senang untuk kamu fahami, sayang.
Kegilaan ini melingkar sehingga mempersoal adakah kamu terjebak sekali dalam kegilaan ini 
atau
hanya aku yang gila dalam obsesi sendiri?
Tapi aku lega kamu tetap waras

Terlalu lama, sudah terlalu lama menjadi pemimpi
Aku ingin jadi realis.
Yang berpegang kepada kenyataan.
Lebih lagi, 
yang berpegang kepada rasional semata-mata.

Tidak akan ada siapa-siapa yang ambil serius gadis yang obses
Tapi 
Gadis yang bijak dan pandai mengawal diri.

Semuanya harus dilakukan dengan bijak.

Barulah kamu tampil matang, kan?

Friday, 6 June 2014

Replays.

I'm replaying all the time we went through together until we are what we are now. It takes a lot, yes. It takes courage, it takes one to strip all the walls surrounding it and walks bare, naked. Submitting self to the sea of fire, to the sea of pain, of grieving, of self discoveries, of tears, of being fallen and rising up again. Of losing one and gaining another. It does take a lot. We are truly submitting ourselves to the god of loves. It has been four years and still the day i met you seems like just yesterday. I have been too wicked and too long been fucked up to be thinking straight and pulling myself together when i met you. I have been miserable and pretty in a deep mess of state when you discovered me. Through your patience, what once seems like just friends now become our love. Just out of your name and being my heart can compose thousands of songs, thousands of them altogether bouncing and jamming my chest whenever i look at you. Whenever I'm listening to you telling me stories. Whenever you are mad at me. I have been blessed to have you and your love. Really. To strip down these walls has taken me to be swallowed completely and.. thanks to that i am reborn. Here, cheers to me walking ahead to a better self. To our, better future.

Friday, 30 May 2014

Welcome to the family, Darling

Staind - So far away

If there is no more tomorrow, please know that I love you so much, that, I can't imagine my life without you.


I am surviving.

Sunday, 25 May 2014

Welcome home, darling.

It is far too long, and way too deep now.
It has been a very long time since the last time i feel this way.

I am back to nothingness.

Saturday, 5 April 2014

Cubaan 1

Ada gementar yang mengiring
Gementarnya kata bersatu membentuk makna
Bagaikan dewi yang akhirnya ketemu arjuna

Saturday, 15 March 2014

The way it got deeper and refreshens each time

You, have no idea how much deeper i fell in love with you every time i look at you.

Every single time.

Tuesday, 18 February 2014

Because I feel like telling

I love beautiful things
I love things that you love and
You

Isn't that beautiful?

Thursday, 13 February 2014

Selamat Meraikan Cinta, Sayang

Sayangku sejenis yang bila tuapun
Ciummu akanku kenang bagai gadis
Tersipu malu

Wednesday, 12 February 2014

kembali

riuh dan ceria kembali ke ruang tamu
aku tekup kepala dengan bantal.

of poem

for me poem is not a story. a story with a poem as the narrative will irks me.

a poem is a poem. you dont write an essay with a poem.

therefore when i write a poem, i imagine it as.. creating a teddy bear. it is empty, the reader will fill it, with their own imaginations, their own feelings.

of course thats my idea of a poem. that being said, i love reading short poems. sometimes i will even skip the long poem just to read the short poems. because usually, less is more. the shorter the better.

and that's the x mark the spot for me.

detik lampu terpadam

seolah olah masa terhenti
gelisah disejat bersama haba
perasaan, tekanan.

neon luar jendela mengintai
menanti

kau masih kelu
walaupun sebenarnya tahu

bahawa,
bila malam tiba,
detik cahaya berhenti memasuki mata,
saat kau bisu tak bersuara,
hati akan mula berbicara.

neon masih setia menunggu,
seolah psikik,
mendengar batin yang tak disedari akal.

Friday, 7 February 2014

Telegram

My thoughts fly to you every now and then, only i didn't manage to catch them and turn them into words.

But i know this,
I love you, always.

Till i see you again, sayang.

Thursday, 2 January 2014

Terbayang-bayang.

It is my first new year eve ever and it is perfect with amazing people around me.

I've always wanted to be part of it again.

Thanks for making it possible for me.

I needed that.

Love you always.