Ada puisi aku yang berlarian dalam kepala saat kesibukan mengejar, mengekor, langsung tidak bersimpati pada kita yang hanya mampu mencuri nasib dalam kesempatan, antara selang selang masa yang ada. Kerinduan yang menggunung seiring hela nafas tidak tertancap dengan kata-kata. Apakan lagi yang harus kita buat, sayang?
No comments:
Post a Comment